MALANG – Semangat persaudaraan dan kompetisi sehat mewarnai penyelenggaraan Lomba Pramuka Penegak Racarama V (LPPR V) Tahun 2026 yang digelar oleh Racana Raden Rahmat–Dewi Condrowati, Gugus Depan Kabupaten Malang 05185–05186, Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di lingkungan kampus UNIRA Malang ini sukses diikuti oleh 341 peserta dari pangkalan SMA/MA/SMK sederajat se-Malang Raya. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. Hasan Bisri, M.Pd Wakil Rektor 3 UNIRA Malang dan dihadiri sejumlah pejabat struktural terkait KH. Romli Muar, M.Ag. (Biro Adm. Mahasiswa dan Alumni), A. Fahrur Rozi, M.HI (Kabag Kemahasisswaan) dan Pembina Racana Pramuka UNIRA Malang Toni Indarta, M.Pd dan Isna Nurul Inayati, M.Pd I.
Mengangkat tema “Tumbuh Sebagai Saudara, Berkarya dalam Kepramukaan, Berjuang Sebagai Juara”, LPPR V tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk membangun karakter, mengasah jiwa kepemimpinan, serta memperkuat solidaritas dan persaudaraan dalam Gerakan Pramuka.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, A.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti perlombaan.
“Kegiatan lomba ini jangan hanya sebagai ajang untuk memperoleh juara, namun sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa Pramuka menjadi generasi yang siap memimpin, siap mengabdi untuk kemajuan masa depan bangsa,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi dalam kepramukaan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat. Seorang Pramuka tidak hanya dituntut untuk memiliki keterampilan dan kemampuan berkompetisi, tetapi juga harus mampu menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, integritas, serta semangat pengabdian.
Lima Cabang Lomba Kembangkan Potensi Pramuka Penegak
LPPR V Tahun 2026 menghadirkan beragam cabang perlombaan yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Cabang yang dipertandingkan meliputi Lomba Keterampilan Baris-Berbaris Tongkat (LKBBT), pionering, da’i, dance semaphore, dan fotografi.
Setiap cabang lomba memiliki tantangan tersendiri. LKBBT dan pionering mengasah kedisiplinan, ketelitian, keterampilan, serta kekompakan tim. Lomba da’i menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Sementara itu, dance semaphore dan fotografi memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas dan inovasi.
Penyelenggaraan sejumlah lomba secara daring juga memperluas kesempatan peserta untuk menampilkan karya dan kemampuan mereka melalui media digital. Dengan demikian, LPPR V menjadi sarana pengembangan potensi generasi muda yang memadukan keterampilan kepramukaan, nilai keagamaan, kreativitas, dan semangat kolaborasi.
MA Al-Islam Bantur Raih Juara Umum
Antusiasme peserta berlanjut hingga pengumuman hasil perlombaan dan penyerahan penghargaan. Berdasarkan hasil kompetisi, MA Al-Islam Bantur berhasil meraih Juara Umum LPPR V Tahun 2026, disusul SMA Jenderal Sudirman Kalipare pada posisi kedua.
MA Al-Islam Bantur juga mencatatkan prestasi pada sejumlah kategori, di antaranya lomba pionering, dance semaphore putra, serta kategori sangga terbaik putra dan putri. Berbagai penghargaan lainnya diberikan kepada peserta yang berhasil meraih posisi terbaik pada masing-masing cabang perlombaan.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras, kreativitas, dan kekompakan peserta selama mengikuti kompetisi. Namun, sebagaimana pesan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, nilai utama kegiatan ini tetap terletak pada proses pembelajaran, pengalaman, dan pembentukan karakter yang diperoleh seluruh peserta.
Meneguhkan Peran Pramuka sebagai Generasi Pemimpin Masa Depan
Keberhasilan LPPR V menjadi bagian dari komitmen Racana Pramuka UNIRA Malang dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang edukatif, kompetitif, dan berorientasi pada penguatan karakter. Kehadiran ratusan peserta menunjukkan pentingnya ruang perjumpaan antarpangkalan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun persaudaraan.
Melalui kegiatan ini, Pramuka Penegak diharapkan mampu membawa nilai-nilai kepramukaan ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Semangat kepemimpinan, kedisiplinan, gotong royong, dan kepedulian sosial menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
Racana Pramuka UNIRA Malang berharap LPPR terus menjadi agenda yang mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi sekaligus berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.
Dengan semangat “Tumbuh Sebagai Saudara, Berkarya dalam Kepramukaan, Berjuang Sebagai Juara”, LPPR V Tahun 2026 menegaskan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Lebih dari itu, setiap langkah dalam kepramukaan merupakan proses untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, bermanfaat, dan siap memimpin masa depan Indonesia. (INI/Hum26)
