Kebaikan yang tidak diceritakan sering kali berhenti menjadi pengalaman bagi segelintir orang. Padahal, setiap program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) menyimpan berbagai cerita tentang pengabdian, inovasi, dan kolaborasi yang berpotensi menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Untuk membekali mahasiswa dalam mengemas dan menyebarluaskan praktik baik tersebut, Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang menggelar Workshop Jurnalistik dan Videografi bagi peserta KKN-T pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mendokumentasikan aktivitas KKN melalui karya jurnalistik dan visual yang informatif serta memiliki nilai cerita.
Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang berbeda, yakni Eko Hari Suwito, S.T., seorang sutradara sekaligus editor sinematografi, serta Budi Susilo, S.T., senior redaktur Seputarmalang.com.
Dalam sesi videografi, Eko Hari Suwito membagikan pengalaman dan pengetahuannya mengenai proses penyusunan karya dokumenter. Menurutnya, dokumentasi video tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan teknis seperti pengambilan gambar, pencahayaan, penyuntingan, hingga proses rendering. Lebih dari itu, sebuah karya dokumenter membutuhkan kepekaan untuk membaca situasi, menangkap cerita, serta memahami nilai yang ada di balik sebuah peristiwa.
Ia menjelaskan bahwa proses produksi video diawali dengan menentukan tema, menyusun naskah, hingga membuat storyboard sebagai panduan alur cerita. Tahapan berikutnya adalah proses pengambilan gambar dengan memperhatikan kualitas visual dan audio, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan potongan gambar sesuai alur, proses editing, review, revisi, hingga tahap publikasi atau distribusi.
Sementara itu, pada sesi jurnalistik, Budi Susilo membahas teknik menyusun narasi pemberitaan sesuai dengan kaidah jurnalistik. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa pendekatan dalam penulisan berita, di antaranya news feature dan feature journalism.
Menurutnya, news feature lebih menekankan penyampaian informasi secara jelas dan langsung, sedangkan feature journalism menggabungkan unsur informatif dengan pendekatan interpretatif yang lebih mendalam. Meskipun memiliki karakter penulisan yang berbeda, keduanya dapat digunakan untuk mengemas berbagai aktivitas KKN-T sesuai dengan kebutuhan media dan karakter pembaca.
“Seluruh program dan kegiatan KKN-T layak dijadikan bahan tulisan, baik sebagai news maupun feature. Pilihan pendekatan bergantung pada tujuan penyebaran informasi serta siapa yang menjadi sasaran pembacanya,” ujarnya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unira Malang, Abdillah Ubaidi, menegaskan bahwa pembekalan ini menjadi bagian penting dari rangkaian pelaksanaan KKN-T. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut melaksanakan program pengabdian selama 40 hari, tetapi juga mampu menghasilkan narasi publikasi melalui media online serta karya film dokumenter mengenai potensi desa, khususnya potensi wisata.

Sebagai tindak lanjut, pada akhir rangkaian KKN-T akan diselenggarakan festival film dokumenter sebagai ruang apresiasi terhadap karya mahasiswa dalam mengangkat berbagai potensi dan cerita inspiratif dari masyarakat desa. (Hum26/elk)
