Sebanyak 58 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang resmi memulai Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) Tahun 2026. Selama dua bulan, mulai 11 Juli hingga 20 September 2026, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) akan menjalani praktik mengajar di 10 sekolah mitra yang tersebar di Kabupaten Malang.
PPL menjadi bagian penting dalam proses pembentukan calon pendidik profesional. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami dinamika pembelajaran, tata kelola sekolah, serta budaya kerja di lingkungan pendidikan. Adapun sekolah mitra yang menjadi lokasi PPL terdiri atas tujuh sekolah dasar dan tiga sekolah menengah pertama/sederajat.
Pelepasan peserta PPL dilaksanakan pada Sabtu (11/7/2026) dan dipimpin oleh Wakil Rektor I Unira Malang, Sinollah, M.AB. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III Dr. Hasan Bisri, M.Pd., Wakil Rektor IV Dr. Abdur Rofik M., M.Pd., jajaran pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan, serta dosen pendamping lapangan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Hamidi Rasyid, M.Pd., menegaskan bahwa PPL bukan sekadar mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa, melainkan ruang belajar untuk mengenal dunia pendidikan secara utuh. Menurutnya, pengalaman di sekolah akan mempertemukan mahasiswa dengan berbagai situasi yang tidak selalu diperoleh selama perkuliahan.
Selain mengembangkan kemampuan mengajar, mahasiswa juga diharapkan mampu memahami pengelolaan sekolah, membangun komunikasi dengan warga sekolah, serta belajar dari pengalaman para guru yang selama ini berkecimpung langsung di dunia pendidikan.
“Jadikan momen PPL bukan hanya sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan teknis mengajar. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami bagaimana proses dan tata kelola sekolah berlangsung,” ujarnya.
Hamidi juga mengingatkan mahasiswa agar tetap rendah hati selama menjalani PPL. Menurutnya, guru pamong merupakan sumber belajar yang akan membimbing mahasiswa dalam memahami praktik pembelajaran sehari-hari.
“Jangan pernah merasa sudah menguasai banyak hal. Teruslah mengasah kemampuan dan belajar dari guru pamong karena merekalah yang akan memberikan panduan sekaligus berbagi pengalaman dalam menjalankan proses pembelajaran setiap hari,” pesannya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I Sinollah mendorong mahasiswa memanfaatkan keunggulan mereka dalam bidang teknologi pembelajaran. Ia menilai generasi mahasiswa saat ini memiliki kemampuan yang baik dalam memanfaatkan media digital sehingga dapat menghadirkan inovasi pembelajaran di sekolah mitra.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kompetensi akademik harus berjalan seiring dengan sikap, etika, dan kemampuan beradaptasi. Menurutnya, perilaku mahasiswa selama menjalani PPL akan menjadi cerminan Universitas Islam Raden Rahmat di mata sekolah mitra dan para pemangku kepentingan pendidikan.
“Jangan pernah melupakan adab. Anda memasuki lingkungan baru yang tentu memiliki kebiasaan dan nilai yang mungkin berbeda dengan keseharian Anda. Apa yang Anda lakukan selama PPL akan menjadi penilaian stakeholder pendidikan terhadap kampus, baik dari sisi kompetensi, kapasitas, maupun karakter mahasiswa,” tegasnya.

Melalui PPL, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik pembelajaran di sekolah. Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban akademik, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk membangun kompetensi, karakter, dan profesionalisme sebagai calon pendidik yang siap mengabdi di tengah masyarakat. (hum26/elk)
